Pages

Sabtu, 28 Juli 2012

Shira Arabella: Black Tears


Hari ini ia cukup terpukul. Hanya karena sebuah foto yang tak begitu berarti baginya! Ia menemukannya di depan pagar rumahnya yang berwarna perunggu itu. Tak perlu menerka, karena ia telah mengetahui siapa pemiliknya. Terbesit dalam benaknya, “mengapa foto itu ada disini ? apakah foto itu sengaja diletakkan disini ? atau jatuh dari pemiliknya ?” Ia terus bergelut dengan pertanyan-pertanyaan itu. Ia duduk di bangku dingin di teras rumahnya yang menghadap taman bunga dan larut dalam pikiran-pikirannya.

Foto itu kecil, ukurannya seperti ukuran foto-foto dalam dompet wanita maupun pria pada umumnya. Foto itu tidak terlalu cerah, namun tidak terlalu gelap pula. Kontrasnya bagus, sehingga yang melihatnya masih bisa mengenali garis-garis wajah orang yang ada di dalamnya. Ada dua wajah di dalam foto itu. Yang satu laki-laki dengan kaos merah dan raut wajahnya yang angkuh, dan yang satunya lagi perempuan berambut panjang sepinggang, menggunakan blous berwarna abu-abu, dan bersinar dengan senyumnya. Mereka duduk berdampingan, terlihat seperti sepasang kekasih. Shira terbangun dari lamunannya dan menemukan tulisan dibalik foto itu “ALFA ALIA”.

Tak lama, ia mendapati ada setetes air yang jatuh di atas kertas itu. Dan tetesan yang kedua. pipinya basah dengan air mata. Lidahnya kelu. Ia tak dapat bersuara. Ada bunyi retakan disana. Iya, di hatinya. Ia sadar bahwa lelaki yang masih dicintainya itu ternyata lelaki yang membuatnya jatuh dari ketinggian beribu kaki, menuju tempat yang paling dalam di bumi ini. Ia merasa  sepertinya mimpinya hanya akan terus menjadi mimpi saja. Harapannya sirna. Ia tak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menghadapinya dengan terus menangis. Ia kemudian mengambil sehelai kertas dan mulai menari-narikan bolpoin kesayanganya yang berwarna kuning di atas kertas itu. Ia menuliskan surat yang pertama kalinya sekaligus yang terakhir untuk Alfa, lalu menyelipkan surat itu bersama foto yang ia temukan kedalam amplop berwarna kuning. Ia mencoba mengontrol tangisnya. Ia mencoba mengelap air matanya dengan tangannya. Namun, air mata itu tidak berhenti, malah mengucur lebih deras lagi, seakan tidak ingin berhenti. Ia tidak tahu harus mengirimkan surat itu melalui siapa, ia hanya membiarkan amplop terbang begitu saja ditiup angin yang kencang saat itu. Berharap suatu saat alfa akan membacanya..

Akhirnya Shira memutuskan berjalan menuju ayunan di depan rumahnya, tepat di dalam taman bunga tanpa atap, sambil merasakan dinginnya ubin di teras saat itu. Siang itu mendung, matahari tak tampak sedikitpun dari tadi pagi.. Ia cukup tahu suhu hari itu sangat dingin, namun ia tak dapat merasakannya. Ia hanya dapat merasakan yang satu itu. sakit sekali-retakan dalam hatinya-…..!

Ia tetap berjalan menuju ayunan di depan. Akhirnya ia duduk juga di atas potongan kayu yang berukuran 30 x 20 cm itu dan memegang tali ayunannya. Tak lama setelah itu gerimis datang.
Gerimis itu sepertinya sakit.. rasanya seperti digantungkan !
Gerimis itu antara jatuhnya hujan atau tidak. Tapi, kalau disuruh memilih, Shira lebih memilih hujan saja, daripada harus merasakan gerimis..
Gerimis mulai berlalu dan dalam sekejap, hujan turun dengan derasnya.

Shira menangis lagi………
Sekarang ia hanya ingin melihat pelangi sesaat setelah hujan pergi dan berharap sang mentari tampak lagi seperti hari kemarin, yang menghangatkan hari-harinya. Ia juga ingin memulai kembali hidupnya dengan kebahagiaan.. dan tanpa Alfa -- tentu saja !



It's been in the past for a while
I get a flash and I smile
Am I crazy
Still miss you, baby

It was real
It was right
But it burned too hot to It'survive
All that's left is,
All these ashes

Where does the love go
I don't know
When it's all set and done
How could I be losing you forever,
After all the time we spent together
I have to know why I had to lose you
Now you've just become like everything
I'll never find again
At the bottom of the ocean

In a dream, you appear
For a while, you were here
So I keep sleeping,
Just to keep you with me
I'll draw a map,
Connect the dots
With all the memories that I got
What I'm missing,
I'll keep reliving

Where does the love go,
I don't know
When it's all set and done
How could I be losing you forever,
After all the time we spent together
I have to know why I had to lose you
Now you've just become like everything
I'll never find again,
At the bottom of the ocean

This is it
Let go
Breathe

You don't have to love me for me
To baby ever understand
Just know I love the time we both had
And I don't ever want to see you sad
Be happy
And I don't wanna hold you
If you don't wanna tell me you love me babe
Just know I'm gonna have to walk away
I'll be big enough for both of us to say
Be happy

Be happy

(Bottom of the ocean – Miley Cyrus)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar