Hari ini ia cukup terpukul. Hanya karena sebuah foto yang tak begitu
berarti baginya! Ia menemukannya di depan pagar rumahnya yang berwarna perunggu
itu. Tak perlu menerka, karena ia telah mengetahui siapa pemiliknya. Terbesit
dalam benaknya, “mengapa foto itu ada disini ? apakah foto itu sengaja
diletakkan disini ? atau jatuh dari pemiliknya ?” Ia terus bergelut dengan
pertanyan-pertanyaan itu. Ia duduk di bangku dingin di teras rumahnya yang
menghadap taman bunga dan larut dalam pikiran-pikirannya.
Foto itu kecil, ukurannya seperti ukuran foto-foto dalam dompet wanita
maupun pria pada umumnya. Foto itu tidak terlalu cerah, namun tidak terlalu
gelap pula. Kontrasnya bagus, sehingga yang melihatnya masih bisa mengenali
garis-garis wajah orang yang ada di dalamnya. Ada dua wajah di dalam foto itu. Yang
satu laki-laki dengan kaos merah dan raut wajahnya yang angkuh, dan yang
satunya lagi perempuan berambut panjang sepinggang, menggunakan blous berwarna
abu-abu, dan bersinar dengan senyumnya. Mereka duduk berdampingan, terlihat
seperti sepasang kekasih. Shira terbangun dari lamunannya dan menemukan tulisan
dibalik foto itu “ALFA ♥ ALIA”.
Tak lama,
ia mendapati ada setetes air yang jatuh di atas kertas itu. Dan tetesan yang
kedua. pipinya basah dengan air mata. Lidahnya kelu. Ia tak dapat bersuara. Ada
bunyi retakan disana. Iya, di hatinya. Ia sadar bahwa lelaki yang masih
dicintainya itu ternyata lelaki yang membuatnya jatuh dari ketinggian beribu
kaki, menuju tempat yang paling dalam di bumi ini. Ia merasa sepertinya mimpinya hanya akan terus menjadi
mimpi saja. Harapannya sirna. Ia tak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menghadapinya
dengan terus menangis. Ia kemudian mengambil sehelai kertas dan mulai
menari-narikan bolpoin kesayanganya yang berwarna kuning di atas kertas itu. Ia
menuliskan surat yang pertama kalinya sekaligus yang terakhir untuk Alfa, lalu
menyelipkan surat itu bersama foto yang ia temukan kedalam amplop berwarna
kuning. Ia mencoba mengontrol tangisnya. Ia mencoba mengelap air matanya dengan
tangannya. Namun, air mata itu tidak berhenti, malah mengucur lebih deras lagi,
seakan tidak ingin berhenti. Ia tidak tahu harus mengirimkan surat itu melalui
siapa, ia hanya membiarkan amplop terbang begitu saja ditiup angin yang kencang
saat itu. Berharap suatu saat alfa akan membacanya..
Akhirnya
Shira memutuskan berjalan menuju ayunan di depan rumahnya, tepat di dalam taman
bunga tanpa atap, sambil merasakan dinginnya ubin di teras saat itu. Siang itu
mendung, matahari tak tampak sedikitpun dari tadi pagi.. Ia cukup tahu suhu
hari itu sangat dingin, namun ia tak dapat merasakannya. Ia hanya dapat
merasakan yang satu itu. sakit sekali-retakan dalam hatinya-…..!
Ia tetap
berjalan menuju ayunan di depan. Akhirnya ia duduk juga di atas potongan kayu
yang berukuran 30 x 20 cm itu dan memegang tali ayunannya. Tak lama setelah itu
gerimis datang.
Gerimis
itu sepertinya sakit.. rasanya seperti digantungkan !
Gerimis
itu antara jatuhnya hujan atau tidak. Tapi, kalau disuruh memilih, Shira lebih
memilih hujan saja, daripada harus merasakan gerimis..
Gerimis
mulai berlalu dan dalam sekejap, hujan turun dengan derasnya.
Shira
menangis lagi………
Sekarang
ia hanya ingin melihat pelangi sesaat setelah hujan pergi dan berharap sang
mentari tampak lagi seperti hari kemarin, yang menghangatkan hari-harinya. Ia
juga ingin memulai kembali hidupnya dengan kebahagiaan.. dan tanpa Alfa --
tentu saja !
It's been
in the past for a while
I get a
flash and I smile
Am I crazy
Still miss
you, baby
It was
real
It was
right
But it
burned too hot to It'survive
All that's
left is,
All these
ashes
Where does
the love go
I don't
know
When it's
all set and done
How could
I be losing you forever,
After all
the time we spent together
I have to
know why I had to lose you
Now you've
just become like everything
I'll never
find again
At the
bottom of the ocean
In a
dream, you appear
For a
while, you were here
So I keep
sleeping,
Just to
keep you with me
I'll draw
a map,
Connect
the dots
With all
the memories that I got
What I'm
missing,
I'll keep
reliving
Where does
the love go,
I don't
know
When it's
all set and done
How could
I be losing you forever,
After all
the time we spent together
I have to
know why I had to lose you
Now you've
just become like everything
I'll never
find again,
At the
bottom of the ocean
This is it
Let go
Breathe
You don't
have to love me for me
To baby
ever understand
Just know
I love the time we both had
And I
don't ever want to see you sad
Be happy
And I
don't wanna hold you
If you
don't wanna tell me you love me babe
Just know
I'm gonna have to walk away
I'll be
big enough for both of us to say
Be happy
Be happy
(Bottom of
the ocean – Miley Cyrus)